Dalam buku ini, pada bab awal-awal menyajikan pengalaman pertama beliau berinteraksi dan membaca alquran. Penulis memilih kata "menciptakan kembai", bukan "menceritakan kembai" sebab mustahil bagiku untuk menulangi pengalaman yang terjadi lebih dari dua puluh tahun silam.
Jadi bab-bab awal penulisan buku ini membahas tentang gagasan-gagasan teologis yang mendasar mengemuka dalam tulisan-tulisan awal penulis. Buku ini menyajikan pertanyaan-pertanyaan sambung menyambung dengan pembahasan pendek dengan melakukan pembandingan dan membandingkan pendekatan-pendekatan yang berbeda dalam membahas sebuah masalah tanpa menunjukan pendekatan mana yang lebih tepat, sebab penulis merasa masing-masing pendekatan mempunyai kelebihan dan kekurangan.
Buku ini menjadi menarik karena banyak pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya kita sebagai manusia yang telah lama memeluk islam pun tidak terpikirkan bagaimana cara menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Disajikan dengan bahasa yang menguras pikiran, penuh alasan, memacu khazanah akal untuk terus berpikir dan merenungi hingga kemudian kita kembali mengenali dan memahami bagaimana dan betapa penuh kasih sayangnya Allah dalam menghadirkan beragam petunjuk dan "petuah" lewat Alquran yang Maha Dashsyat.
Dan betapa mudahnya memeluk agama Islam yang begitu kompleks ini bila kita menggunakan dengan sebaik-baiknya akal untuk berpikir dan hati untuk membenarkan ada benih dan sinyal-sinyal iman yang terus menguat dan memandu kita menemui Allah dengan kondisi terbaik kita. entah hati maupun prilaku. selamat membaca Aku Beriman Maka Aku Bertanya

No comments:
Post a Comment